Partai Naikkan Setoran Anggota Dewan - Harga Setoran Pemilu 2014 tidak dimurahkan tetapi malah dinaikan. Sejumlah partai sudah ancang-ancang memasang tarif untuk calon
legislatornya jika kelak terpilih menjadi anggota Dewan Perwakilan
Rakyat pada pemilihan umum mendatang. Caranya, memotong gaji mereka
untuk setoran partai.
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, misalnya, berencana
mematok sumbangan kadernya Rp 25 juta per bulan. Menurut Wakil
Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Ahmad Basarah, besaran sumbangan
seperti itu meningkat dari Rp 10 juta per bulan. "Untuk operasional
partai, kami potong dari gaji anggota yang duduk di DPR," kata Basarah
di gedung DPR, Senayan, kemarin.
Kebijakan ini, kata Basarah, juga diberlakukan bagi politikus PDI
Perjuangan yang sekarang duduk sebagai anggota Dewan di Senayan.
Menurut Basarah, kenaikan ini juga bagian dari penggalangan dana untuk
kampanye pemilu calon legislator dan calon presiden 2014.
Berdasarkan Surat Edaran Sekretariat Jenderal DPR RI Nomor KU
00/9414/DPR RI/XII/2010 tentang Gaji Pokok dan Tunjangan Anggota DPR,
setiap anggota Dewan membawa pulang gaji rata-rata Rp 50 juta. Ini
artinya, anggota DPR dari PDI Perjuangan wajib menyetorkan separuh
gajinya untuk partai.
Tadi malam merupakan batas akhir partai peserta pemilu
mendaftarkan nama-nama calon legislatornya ke Komisi Pemilihan Umum.
Setiap partai akan bertarung di 77 daerah pemilihan untuk memperebutkan
560 kursi di parlemen.
Berbeda dengan PDI Perjuangan, Partai Demokrat memilih tetap
mengenakan potongan gaji Rp 10 juta untuk kader partai yang terpilih.
Menurut Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Jhonny Allen Marbun, kader yang
terpilih kelak juga masih dibebani saweran lain untuk mendanai kegiatan
partai. Besarnya saweran bergantung pada kemampuan legislator. "Di
Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, misalnya, ada yang saweran Rp 50
juta," kata Jhonny.
Partai Golkar mengklaim tidak menetapkan besaran iuran kadernya
yang terpilih menjadi anggota DPR. "Tapi, kalau ada kegiatan, mereka
wajib memberi saweran," kata Ketua Dewan Pimpinan Pusat Rambe Kamarul
Zaman. "Besarannya tergantung kemampuan, angkanya bisa mencapai puluhan
juta rupiah."
Menurut Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia,
Sebastian Salang, budaya setoran atau saweran ke partai ini tidak sehat
dan akan memaksa anggota DPR mencari penghasilan lain. Bahkan, kata dia,
kewajiban ini juga bisa menggiring politikus Senayan melakukan
penyalahgunaan wewenang yang berujung pada praktek korupsi. Budaya
seperti inilah, kata Sebastian, yang bakal menyuburkan praktek korupsi.
"Kalau mengandalkan gaji saja jelas sulit," katanya.
Berkaca pada Pemilu 2009, ada banyak calon legislator yang
mengeluarkan anggaran di atas batas rasional. "Saya yakin ada yang
sampai Rp 10 miliar," ujar Sebastian sembari menambahkan, pengeluaran
besar ini tak akan kembali hanya dengan mengandalkan gaji sebagai
anggota DPR selama satu periode.
Dengan penghasilan rata-rata Rp 50 juta per bulan, katanya,
seorang anggota DPR hanya bisa menyimpan hingga Rp 600 juta. Gaji selama
lima tahun tak akan cukup untuk menutup biaya kampanye. Belum lagi
untuk setoran ke partai yang rata-rata Rp 10 juta per bulan. "Hampir
pasti dia akan mencari tambahan di luar penghasilan resmi." ERWAN HERMAWAN | SUNDARI | ANTON A
0 opmerkings