Maandag 22 April 2013

Polisi Tembak Mati Dua Tersangka Perampok ATM

KataMuslim.COM - Polisi menembak tiga dari enam tersangka kompolotan perampok mesin ATM BRI Limo, Depok, Jawa Barat. Mereka disebutkan melakukan perlawanan ketika hendak ditangkap. "Dua tersangka yang ditembak itu tewas," kata juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kemarin.

Tersangka yang tewas itu adalah Yulianto alias Buyung dan Muhammad Harun. Keduanya adalah residivis yang sudah beberapa kali masuk penjara. "Yulianto diduga sebagai otak dari komplotan ini." Adapun empat tersangka lainnya sudah berada di tahanan Polda Metro Jaya. Mereka adalah Edo Fernando alias Yopi, Dedi Samsudi, Boyke Mamoaya, dan Andi Saputra.

Kasus perampokan ATM BRI terjadi pada 6 April lalu. Yulianto dan kawan-kawan menyatroni kantor BRI Unit Meruyung, Limo, Depok. Satpam bank yang memergoki aksi mereka tidak berani melawan karena kalah jumlah. Pelaku kabur menggondol mesin ATM berisi uang Rp 259 juta.

Rikwanto mengatakan bahwa modus yang digunakan kelompok ini terhitung lawas. Mereka mengamati dulu sebelum menentukan sasaran. Setelah itu, mereka memarkir mobil tepat di depan pintu bilik ATM agar aksi mereka tidak terlihat. Diduga mereka menggunakan lebih dari satu mobil. "Semua dikerjakan secara manual."

Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmi Santika, mengatakan bahwa Yulianto sudah melakukan aksinya sejak 2012. Sekalipun terhitung belum lama, jejak kasus mereka ternyata ada di mana-mana.

Mereka pernah merampok sebuah kantor di bilangan Cikini, Jakarta Pusat. Dari tempat itu mereka menggondol tiga brankas besar dan dua brankas kecil berisi uang Rp 75 juta dan emas 500 gram. Komplotan yang sama terungkap bertanggung jawab untuk kasus di pool taksi di Duren Sawit, Jakarta Timur, pada 6 Maret lalu. Saat itu mereka menggasak uang tunai Rp 150 juta.

Masih pada Maret, mereka menjarah uang tunai Rp 20 juta dari sebuah rumah toko di bilangan Klender, Jakarta Timur. "Bahkan mereka pernah melakukan perampokan di Lampung," kata Helmi. "Di sana mereka menyatroni sebuah koperasi dan menggasak uang tunai Rp 30 juta."

Polisi saat ini masih memburu enam anggota komplotan ini yang masih buron. Sedangkan barang bukti yang sudah disita adalah satu unit ATM BRI, sepucuk senjata api, empat butir peluru kaliber 38, satu gunting besar, lima linggis, satu mobil, dan satu samurai. SUTJI DECILYA | SUSENO



Share this post

0 opmerkings

:) :-) :)) =)) :( :-( :(( :d :-d @-) :p :o :>) (o) [-( :-? (p) :-s (m) 8-) :-t :-b b-( :-# =p~ :-$ (b) (f) x-) (k) (h) (c) cheer

 
© 2011 Metro News Blogs
Support Jasa SEO Murah
Posts RSS Comments RSS
Back to top