KataMuslim.COM - Polisi menembak tiga dari enam tersangka kompolotan perampok mesin
ATM BRI Limo, Depok, Jawa Barat. Mereka disebutkan melakukan perlawanan
ketika hendak ditangkap. "Dua tersangka yang ditembak itu tewas," kata
juru bicara Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, kemarin.
Tersangka yang tewas itu adalah Yulianto alias Buyung dan
Muhammad Harun. Keduanya adalah residivis yang sudah beberapa kali masuk
penjara. "Yulianto diduga sebagai otak dari komplotan ini." Adapun
empat tersangka lainnya sudah berada di tahanan Polda Metro Jaya. Mereka
adalah Edo Fernando alias Yopi, Dedi Samsudi, Boyke Mamoaya, dan Andi
Saputra.
Kasus perampokan ATM BRI terjadi pada 6 April lalu. Yulianto dan
kawan-kawan menyatroni kantor BRI Unit Meruyung, Limo, Depok. Satpam
bank yang memergoki aksi mereka tidak berani melawan karena kalah
jumlah. Pelaku kabur menggondol mesin ATM berisi uang Rp 259 juta.
Rikwanto mengatakan bahwa modus yang digunakan kelompok ini
terhitung lawas. Mereka mengamati dulu sebelum menentukan sasaran.
Setelah itu, mereka memarkir mobil tepat di depan pintu bilik ATM agar
aksi mereka tidak terlihat. Diduga mereka menggunakan lebih dari satu
mobil. "Semua dikerjakan secara manual."
Kepala Sub-Direktorat Kejahatan dan Kekerasan di Direktorat
Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Helmi Santika,
mengatakan bahwa Yulianto sudah melakukan aksinya sejak 2012. Sekalipun
terhitung belum lama, jejak kasus mereka ternyata ada di mana-mana.
Mereka pernah merampok sebuah kantor di bilangan Cikini, Jakarta
Pusat. Dari tempat itu mereka menggondol tiga brankas besar dan dua
brankas kecil berisi uang Rp 75 juta dan emas 500 gram. Komplotan yang
sama terungkap bertanggung jawab untuk kasus di pool taksi di Duren
Sawit, Jakarta Timur, pada 6 Maret lalu. Saat itu mereka menggasak uang
tunai Rp 150 juta.
Masih pada Maret, mereka menjarah uang tunai Rp 20 juta dari
sebuah rumah toko di bilangan Klender, Jakarta Timur. "Bahkan mereka
pernah melakukan perampokan di Lampung," kata Helmi. "Di sana mereka
menyatroni sebuah koperasi dan menggasak uang tunai Rp 30 juta."
Polisi saat ini masih memburu enam anggota komplotan ini yang
masih buron. Sedangkan barang bukti yang sudah disita adalah satu unit
ATM BRI, sepucuk senjata api, empat butir peluru kaliber 38, satu
gunting besar, lima linggis, satu mobil, dan satu samurai. SUTJI DECILYA | SUSENO

0 opmerkings